Palembang - Penggiat gender di Sumatera mengadakan FGD PSGA/PSW Perguruan Tinggi Islam dengan tema “Peran Perempuan Melayu dalam Menangkal Terorisme dan Radikalisasi On Line”. FGD ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak LP2M pada Selasa-Kamis, 27-29 Agustus 2019 di Hotel Swarna Dwipa Palembang.
Penggiat gender di Sumatera mengadakan FGD PSGA/PSW Perguruan Tinggi Islam dengan tema “Peran Perempuan Melayu dalam Menangkal Terorisme dan Radikalisasi On Line”. FGD ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak LP2M pada Selasa-Kamis, 27-29 Agustus 2019 di Hotel Swarna Dwipa Palembang.
Hadir pada saat pembukaan Rektor Prof. Drs. M. Sirozi, M.A., Ph.D., Ketua LP2M Dr. Syefriyeni, M.Ag., Ka. PSGA Dr. Heri Junaidi, M.A. peserta dari PTKIN dan PTKIS se-Sumatera.
Ka. PSGA dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menggali isu dan menakar peran khususnya perempuan Melayu. Selanjutnya peserta yang hadir adalah PTKIN dan PTKIS di antaranya Lampung, Jambi, dan Aceh.
Beliau juga menyampaikan bahwa ada 3 komponen penting yaitu pertemuan PSGA PTKI se-Sumatera, mitra membangun jejaring di Sumatera, dan vocal point sebagai kader studi gender. Narasumber; Dr. Suwendi, M.Ag., Dr. Rr. Rina Antasari, M.Hum., Dr. Khamami Zada, M.A., dan Dr. Yenrizal, M.Si.
Ketua LP2M dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak terlepas dari rangkaian program LP2M yang sebelumnya juga mengusung tema jaringan Melayu Sumatera dalam penelitian dan pengabdian serta publikasi dan bangunan kerjasamanya. Semoga kegiatan ini bermanfaat dalam membahas peran perempuan Melayu.
Rektor dalam materinya menyampaikan bahwa perempuan Melayu mempunyai kekuatan yang sudah berakar sejak lama, bukan tiba-tiba. PTKI harus membuat program yang tak bias gender; jabatan disesuaikan dengan prestasi; peran PSGA di PTKI harus lebih berperan pada kajian-kajian dan desiminasi hasil penelitian, bukan seperti LSM Wanita yang ada di masyarakat yang lebih pada advokasi dan kritisasi. Dan, kajian-kajian gender harus diperkuat melalui alokasi khusus di PTKI (pdha)