Rektor UIN, Serah Terima Mahasiswa KKN Angkatan Ke-74 Kepada Plh. Bupati Muara Enim.
Bertempat di lantai 4 Gedung PUSTIPD/Perpustakaan Kampus B Jakabaring, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si, secara simbolis menyerahkan mahasiswa KKN Angkatan ke-74 kepada Plh Bupati Muara Enim H Nasrun Umar di Kampus B Jakabaring, Palembang, Rabu (24/2)
Program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) terus dilakukan civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (Rafah) Palembang. Program KKN ke-74 kali ini difokuskan di Kabupaten Muara Enim.
Setidaknya ada enam kecamatan seperti Kecamatan Gelumbang, Kelekar, Lembak, Belida Darat, Sungai Rotan, Muara Belide dengan 160 desa akan ditempatkan mahasiswa untuk melakukan sejumlah kegiatan sosial keagamaan. Namun khusus KKN kali ini, mahasiswa diminta menguedukasi masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.
“Mahasiswa sebagai agent of change harus menjadi pelopor sekaligus mensosialisasikan pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Oleh sebab itulah, kami meminta kepada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN ini untuk menjadi duta protokol kesehatan,” terang Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si, usai menyerahkan mahasiswa KKN kepada Plh Bupati Muara Enim H Nasrun Umar di Kampus B Jakabaring, Palembang, kemarin.
Lebih jauh terang Prof Nyayu, pelaksanaan kegiatan KKN tidak banyak berbeda dari tahun sebelumnya. Hal ini merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) Sumsel Nomor 37 tahun 2020 mengenai pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman pada situasi Covid-19. Hanya saja, dalam setiap aktivitas masyarakat, mahasiswa diminta menjadi teladan dalam menjalankan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.
“Mahasiswa harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menegakkan protokol kesehatan. Dengan begitu bisa berkontribusi dalam mengedukasi kepada masyarakat tentang protkol kesehatan sehingga bisa mencegah penularan Covid-19,” harapnya.
Sementara itu, Plh Bupati Muara Enim, H Nasrun Umar mengapresiasi dan menghargai pemilihan lokasi KKN di Kabupaten Muara Enim. Untuk itulah, pemerintah daerah termasuk di tingkat kecamatan untuk memberikan respon cepat terhadap kegiatan mahasiswa dalam melakukan pengabdian terhadap masyarakat.
“Saya sebagai orang tua yang juga Pelaksana Harian Bupati akan memantau perjalanan kegiatan mahasiswa selama 40 hari di lokasi KKN. Jika ada perangkat (mulai kecamatan hingga desa) yang tidak respon segera laporkan kepada saya, selagi kegiatan yang dimaksud sesuai dengan kaidah nilai pengabdian masyarakat,” ucap dia.
Dijelaskan Nasrun, kegiatan KKN merupakan bagian dari proses menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Lewat program ini menjadi momen mengimplementasikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat. “Meski begitu, mahasiswa sebagai pelopor agen of change untuk mengedukasi kepada masyarakat bahwa masker sebagai life style dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (Ris/Ari)