SUMEKS.CO – Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat terutama di masa pandemi covid-19 ini, justru merupakan nilai ibadah plus plus buat kita semua.
Banyak rakyat yang menderita akibat pandemi covid-19. Mungkin dia adalah tetangga kita, kolega kita, atau sanak keluarga kita, atau didikan kita.
Penderitaan secara fisik; keterbatasan gerak dan mobilitas, penderitaan mental spiritual, orang yang stress karena kacau dan galau, dan lain sebagainya. Terutama sejak adanya kebijakan stay at home, WfH, dan tentunya yang paling berdampak adalah mereka-mereka yang terpapar covid-19, termasuk yang merawatnya.
Begitu juga secara ekonomi, diantara saudara-saudara kita ada yang di PHK, sehingga keluarganya pun terkena imbasnya. Padatlah sudah artinya kita mengalami apa yang disebut dengan kehidupan yang memprihatinkan.
Namun, seperti kata Tetua-tetua kita, setiap manusia selalu tertawan dengan zamannya. Di setiap zaman dan masa selalu ada masalah bagi manusia. Karenanya akal manusia pun bak tumbuh tatkala ada masalah, tentu dengan segala keterbatasannya.
Akal, dan kreatifitas manusia cenderung mencari penyesuaian-penyesuaian, adabtasi dan akselerasi dalam membenarkan aktivitas, terutama masa pandemi covid-19 serta new normal.
Di tengah cobaan bangsa ini, LP2M khususnya, tetap mengupayakan kegiatan pengabdian dengan menselaraskan pada situasi dan kondisi pandemi covid-19 serta new normal. Pola pengabdian baik KKN maupun pengabdian (PkM) yang dilakukan Dosen Pembimbing Lapangan, menyesuaikan dengan situasi yang ada.
Setidaknya ada 3 jenis pola pengabdian yang diprogramkam LP2M; (1) Pengabdian atau KKN dari Rumah (KKN-DR). Dimana mahasiswa ber KKN dari rumah mereka masing-masing.
Mereka bisa membuat layanan-layanan pengabdian masyarakat yang memberikan penguatan dan kesadaran serta kepedulian terhadap pandemi covid-19, relasi agama dengan kesehatan, pendidikan, dakwah keagamaan Islam, sains, sosial kemasyarakatan, yang terhubung dengan keilmuan masing-masing program studi, berbasiskan hasil-hasil riset, atau penyelidikan sebelumnya, atau penyelidikan yang sedang berkembang/berlangsung.
Dan juga, menyelaraskan terhadap pengembangan potensi wilayah serta karakter wilayah masing-masing, terutama dimana tempat KKN-DR itu ditujukan (di tempat masing-masing).
Pelaksanaan kegiatan tersebut, dapat diwujudkan dengan memanfaatkan berbagai media sosial, internet, juga melakukan produktivitas keilmuan, dll, melalui; penulisan buku, dan atau buku saku (pengabdian); penulisan artikel, penulisan opini, meme, pembuatan video/audio, pembentukan komunitas (kelompok) daring (online) dengan kelompok masyarakat tertentu.
Tulisan bisa tentang fenomena masyarakat saat pandemi covid-19, pengabdian dan gerakan yang dilakukan tokoh desa atau tetua kampung, atau justru oleh remaja dan anak-anak, dan lain sebagainya. Atau video potensi desa, dan lain sebagainya. (2) Pengabdian atau KKN Kerja Sosial (KKN-KS), yang hanya dikhususkan mahasiswa bidang terkait kesehatan dan sains, dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.
(3) KKN Relawan Wilayah, yaitu pengabdian mahasiswa dalam bentuk memberi layanan-layanan pengabdian di tengah masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat, bergabung dengan Ketua Relawan di wilayah KKN nya masing-masing.
Pola ini seperti layanan-layanan membagi-bagikan sembako, hand sanitizer, masker, dan lain sebagainya. Atau memberi layanan-layanan pengabdian melalui lembaga-lembaga sosial tertentu. Selain itu KKN Relawan Wilayah, juga lentur, menyesuaikan dengan kebutuhan wilayah KKN setempat.
Layanan-layanan pengabdian tersebut dapat juga berbasiskan bidang prodi mahasiswa masing-masing. Dan tentu, mahasiswa yang KKN relawan wilayah adalah mahasiswa yang sehat, dan selalu patuh serta taat pada aturan standar protokol kesehatan resmi.
KKN masa pandemi covid-19 serta new normal ini, dimana mahasiswa tidak lagi dipilihkan tempat ber-KKN oleh LP2M di tempat tertentu, seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan mahasiswa ber-KKN di rumahnya atau dekat lingkungan rumahnya masing-masing.
Mereka ber-KKN sendiri-sendiri, tidak dianjurkan berkelompok. Mereka mengurus dan mencari perizinan KKN, sesuai pola pilihan KKN mereka secara sendiri-sendiri, kepada aparat dan tetua kampung dekat wilayah mereka masing-masing.
Kelompok-kelompok mahasiswa dari LP2M hanyalah kelompok dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing, melalui daring (dalam jaringan). Baik LP2M ataupun DPL, tidak lagi mengantar, atau mengunjungi mahasiswa secara langsung, serta memonitor secara langsung, melainkan dilakukan melalui jaringan (daring), dan juga tidak akan menjemput.
Karena itu KKN pandemi covid-19 ini hampir tidak ada acara seremonial secara langsung dari LP2M dan DPL dengan aparat wilayah setempat, melainkan via zoom/ daring, jika dibutuhkan.
Hal ini karena keterbatasan akibat pandemi covid-19. Dan, mahasiswa yang ber KKN pun adalah di rumah mereka masing-masing, atau dekat wilayah mereka masing-masing, sehingga ada yang mempertanggungjawabkan mereka, yaitu orang tuanya atau walinya, Kades/Rt, Lurah nya, dan masyarakat setempat, yang tentunya sudah mengenalnya.
Semoga pola-pola pengabdian dimasa pandemi covid-19 dan new normal ini dapat membantu masyarakat, baik penyadaran, dan pencerdasan, serta uluran tangan para mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang. Dan, dilain pihak mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang pun dapat belajar melalui masyarakat setempat.(*)